PASER – Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Semuntai bersama Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) menginisiasi langkah dalam memodernisasi sektor peternakan dan pertanian berkelanjutan di Desa Semuntai, Kabupaten Paser. Melalui serangkaian kegiatan intensif yang berlangsung pada 14–15 Oktober 2026, LPHD Semuntai menggelar uji coba instalasi pagar listrik terintegrasi serta observasi demplot pertanian kakao terpadu. Program ini dirancang menggunakan pendekatan metodologi Laboratorium Alam guna meningkatkan efisiensi operasional peternak lokal sekaligus memitigasi konflik sosial di lapangan.

Inovasi utama yang diluncurkan adalah penerapan Sistem Pagar Listrik TH-Safer di kawasan padang gembala mandiri seluas 5 hektar milik peternak. Sistem ini dioperasikan menggunakan energi terbarukan melalui panel surya 100 Wp dan aki 12V 75Ah. Langkah modernisasi ini bertujuan menggantikan metode penggembalaan tradisional peternak yang sebelumnya dilepasliarkan tanpa batas di areal luar milik perusahaan perkebunan (PTPN). Kebiasaan lama tersebut sering memicu degradasi pakan dan memicu konflik akibat ternak sapi Bali yang merusak kebun warga sekitar.

Ali Akhmad, selaku Livelihood and Sustainable Business Specialist dari KBCF, menegaskan pentingnya kedisiplinan berbasis data dalam program ini. "Keberhasilan sistem ini bertumpu pada sinergi perangkat keras dan adaptasi biologi ternak," ujarnya. Pemantauan dilakukan ketat menggunakan tiga instrumen utama: Form 05 untuk mengukur stabilitas voltase pagar di 5 titik kontrol, Form 07 untuk mengamati respons perilaku sapi Bali agar cepat beradaptasi menghindari pagar tanpa stres, serta Form 09 untuk mengukur antusiasme replikasi dari sekitar 50 peternak lokal di Semuntai.

Seluruh data uji coba harian, mingguan, dan bulanan ini nantinya akan diakumulasikan ke dalam Form 10. Dokumen evaluasi teknis ini akan menjadi dasar utama bagi KBCF dan LPHD Semuntai untuk menerbitkan sertifikasi resmi lahan demplot tersebut menjadi Tempat Praktik Padang Gembala terstandar sekaligus kurikulum kurasi Sekolah Lapang Peternakan. Melalui integrasi teknologi ramah lingkungan dan manajemen berbasis data ini, para peternak mandiri di Desa Semuntai diharapkan mampu merawat kawasan pakan secara berkelanjutan, memotong waktu mengarit rumput secara drastis, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara mandiri.