SEMUNTAI — Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Semuntai bekerja sama dengan Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) dan UPTD KPHP Telake menyelenggarakan kegiatan Command Post Exercise for Fire Prevention (Gladi Posko) Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Latihan taktis ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Rabu hingga Kamis, 17–18 Juni 2026, bertempat di kebun masyarakat (Bp. Ratno), RT 01, Desa Semuntai, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari pengelola LPHD Semuntai, Tim Fire Prevention & Forest Patrol Desa Semuntai, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta jajaran pendamping dari KBCF dan UPTD KPHP Telake.

Gladi posko ini diselenggarakan sebagai langkah preventif tingkat tapak untuk membangun kesiapsiagaan operasional dan menguji rangkaian komando serta tindakan taktis regu desa sebelum memasuki puncak musim kemarau. Latihan difokuskan pada peningkatan kualitas serangan awal (initial attack) agar personel mampu bertindak cepat memadamkan api kecil saat timbul asap pertama kali. Selain untuk meningkatkan kapasitas SDM, kegiatan ini bertujuan menguji keandalan sistem komando dan pengendalian posko, memastikan kesiapan sarana-prasarana pendukung, serta memperkuat kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pengendalian Karhutla berbasis regulasi nasional.

Rangkaian pelatihan dirancang berbasis praktik langsung (70% praktik lapangan) dengan bimbingan instruktur utama Shahar Al Haqq, S.Hut., M.Si. dari KPH Telake. Pada hari pertama, peserta dibekali penguatan struktur komando MPA, pengenalan alat pengendali Karhutla beserta spesifikasi mesin, serta navigasi digital menggunakan aplikasi QField untuk melacak titik koordinat hotspot dan verifikasi lapangan. Memasuki hari kedua, peserta digembleng dalam simulasi fisik dan taktis, mencakup variasi teknik penggulungan selang, pembuatan sekat bakar/ilaran api oleh 4 kelompok dengan penilaian langsung di lokasi oleh KPH Telake, pemadaman manual berjenjang (pompa punggung dan kepyok karet), hingga puncak simulasi pemadaman bertingkat pada tiga titik api menggunakan mesin air portabel di bawah batasan waktu.

Kegiatan yang diawali dan diakhiri dengan apel kesamaptaan ini berhasil meningkatkan keterampilan deteksi digital dan penanganan alat mekanis regu desa secara mandiri. Sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL), LPHD Semuntai bersama KBCF berkomitmen melengkapi celah Alat Pelindung Diri (APD) standar sebelum kemarau, menetapkan susunan pejabat komando desa, mengintegrasikan QField dalam patroli harian, merutinkan latihan fisik/mesin bulanan, serta memperbarui modul pelatihan teknis untuk kegiatan mendatang.