KUTAI BARAT — Para petani hortikultura di Kampung Intu Lingau kini mulai menerapkan teknik pengolahan tanah ramah lingkungan berbasis Good Agricultural Practices (GAP). Langkah ini ditandai dengan digelarnya Sekolah Lapang Manajemen Persiapan Lahan untuk Budidaya Pertanian Hortikultura (Pengelolaan Tanah) yang diselenggarakan pada Sabtu, 20 Januari 2026. Kegiatan pelatihan ini terbagi dalam dua lokasi utama di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, yaitu sesi teori dan diskusi di Puskesmas Pembantu (Pustu) RT 13, serta sesi demonstrasi dan praktik lapangan di kebun milik warga setempat.

Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis para petani hortikultura dalam mengelola tanah pascapanen secara efektif dan berkelanjutan sebagai persiapan pra-tanam. Melalui metode action learning berbasis simulasi identifikasi, analisis studi kasus, dan praktik lapangan, para petani dibekali pemahaman mendasar bahwa pengolahan tanah yang tepat—mulai dari penggemburan, penetralan keasaman tanah, hingga pemupukan dasar—sangat menentukan keberhasilan budidaya tanaman. Kegiatan ini diikuti oleh 8 peserta yang terdiri dari petani hortikultura lokal, perwakilan masyarakat, serta pengurus Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD).