SAMARINDA — Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Fasilitasi Rapat Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) dalam kerangka Program Himba Bestari. Pelatihan yang difasilitasi oleh konsultan independen Panthom Priyandoko ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari Selasa hingga Kamis, 3–5 Maret 2026, bertempat di Hotel Yellow, Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta (20 laki-laki dan 11 perempuan) yang merupakan perwakilan pengurus LPHD Semuntai, LPHD Intu Lingau, LPHD Lakan Bilem, LPHD Karangan Hilir, Yayasan Bikal, serta tim staf KBCF.

Pelatihan ini digelar sebagai respons atas evaluasi kegiatan lapangan yang menunjukkan bahwa efektivitas rapat masih bervariasi, kerap kurang terstruktur, minim partisipasi, hingga lemah dalam dokumentasi. Padahal, rapat dan pertemuan kelompok merupakan sarana vital untuk koordinasi, penyelesaian konflik, serta pengambilan keputusan bersama. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pengurus LPHD dan pendamping dalam merancang agenda rapat, memfasilitasi diskusi secara partisipatif, mengelola dinamika kelompok dan resistensi peserta, hingga mendokumentasikan hasil serta menyusun rencana tindak lanjut yang terstruktur.

Rangkaian materi disampaikan melalui metode kombinasi ceramah interaktif, studi kasus, roleplay, simulasi fasilitasi, serta refleksi kelompok. Selama pelatihan, peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai nilai dasar fasilitator, kerangka "Rumah Fasilitasi", teknik bertanya terbuka, kemampuan paraphrase dan pengamatan, variasi metode fasilitasi (brainstorming, kelompok kecil, energizer), strategi penanganan konflik, hingga tata cara pelaksanaan rapat berfasilitasi. Peserta juga diajak mempraktikkan langsung peran fasilitator dalam memimpin diskusi kelompok dan merancang agenda pertemuan.

"Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memfasilitasi rapat secara efektif, menyusun agenda dan desain rapat, melakukan fasilitasi yang partisipatif, mengelola dinamika peserta dan konflik, mendokumentasikan rapat dengan baik, serta menyusun rencana tindak lanjut,"— Panthom Priyandoko (Pelatih / Independent Consultant).