SAMARINDA — Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) menggelar Pelatihan Monitoring, Evaluasi, dan Pembelajaran (MEL) untuk program Himba Bestari. Kegiatan pelatihan yang menggabungkan metode teori dan praktik ini dilaksanakan selama dua hari, mulai dari Senin hingga Selasa, 30–31 Maret 2026, bertempat di Hotel Midtown, Samarinda, Kalimantan Timur. Pelatihan ini diikuti oleh total 38 peserta yang terdiri dari perwakilan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Semuntai, LPHD Lakan Bilem, LPHD Intu Lingau, LPHD Karangan Hilir, serta staf program dan keuangan dari KBCF.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas para pengelola LPHD, pendamping lapangan, dan pemangku kepentingan terkait dalam menerapkan sistem MEL secara efektif. Fokus utamanya mencakup tata cara pengumpulan data, tata kelola pelaporan, hingga pemanfaatan hasil monitoring dan evaluasi untuk berkontribusi pada pencapaian Outcome program dan Ecosystem Service Outcome program Himba Bestari. Melalui pendekatan pengenalan jenis data berdasarkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), para peserta diajak memahami gambaran detail kerja pengelola program LPHD secara terstruktur.

Selama dua hari kegiatan, peserta difasilitasi oleh narasumber Panthom Priyandoko untuk mendalami materi gambaran umum MEL, identifikasi jenis data, hingga mekanisme manajemen penyimpanan data. Selain itu, peserta terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan sesi pleno untuk memetakan jenis data sesuai lingkup kerja masing-masing pengelola program. Aspek Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (GESI) juga menjadi perhatian, di mana 9 peserta perempuan (6 anggota LPHD dan 3 staf KBCF) turut berinteraksi aktif dan mempresentasikan hasil diskusi kelompok.