KUTAI BARAT — Kelompok tani karet di Kampung Lakan Bilem kini mendapatkan pemahaman mendalam mengenai teknik pengelolaan pascapanen berbasis standar teknis yang aman dan ramah lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui Sekolah Lapang Penggunaan Perangsang Getah Karet yang diselenggarakan pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan pelatihan yang merupakan bagian dari Program Himba Bestari ini dipusatkan di dua lokasi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, yaitu Kantor Petinggi Kampung Lakan Bilem untuk sesi teori serta kebun karet milik warga setempat.

Pelatihan ini digelar untuk menjawab tantangan rendahnya produktivitas latex akibat kesalahan teknik penyadapan serta minimnya pemahaman petani mengenai penggunaan stimulan perangsang getah secara aman dan efektif. Melalui metode pembelajaran partisipatif berbasis simulasi identifikasi, analisis studi kasus, dan praktik langsung, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis petani dalam mengidentifikasi kriteria pohon karet yang layak diberi perangsang, mengukur dosis bahan aktif Ethapon yang tepat, serta mengoleskannya sesuai prosedur. Pelatihan ini diikuti oleh 12 peserta yang terdiri dari 5 petani laki-laki dan 7 petani perempuan dari kelompok tani lokal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan pengurus LPHD Yosianus Moja dan pemaparan teori oleh dua trainer, Pilipus Hivung serta Adrianus Tanis, yang membahas dampak pemberian stimulan serta indikator kesehatan tanaman. Selanjutnya, para peserta dibagi ke dalam tiga kelompok untuk melakukan simulasi visual dan studi kasus. Dalam sesi praktik di kebun demplot, peserta melakukan pengukuran keliling batang, pengamatan kondisi kulit dan tajuk daun, hingga identifikasi penyakit tanaman. Peserta juga secara mandiri melakukan pencampuran dosis stimulan Ethapon (merek Getah, Guela, dan Karetku) dengan rasio pengenceran air yang sesuai (1:2 hingga 1:4), lalu mengoleskannya menggunakan kuas ½ inci pada jalur sadap tanaman yang sehat.

Sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL), lembaga pendamping KBCF bersama LPHD dan Pemerintah Kampung Lakan Bilem berkomitmen untuk memetakan kebun karet warga, membangun fasilitas ruang belajar di lokasi demplot, serta melanjutkan Sekolah Lapang dengan fokus materi pemupukan tanaman.