Forum Belajar Antar Desa Menjadi Ruang Berbagi Praktik Baik Pengelolaan Hutan

Tentang Himba Bestari

Samarinda, Juni 2026 – Upaya menjaga kelestarian hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan. Melalui Program Himba Bestari, masyarakat desa dan pengelola hutan desa terus didorong untuk meningkatkan kapasitas dalam mengelola dan memantau kawasan hutan secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam rangka memperkuat kemampuan tersebut, sejumlah anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), tokoh masyarakat, dan perwakilan pemuda mengikuti kegiatan pelatihan pemantauan hutan yang difasilitasi oleh Yayasan Kawal Borneo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai kondisi hutan, ancaman terhadap kawasan, serta teknik pengumpulan data lapangan yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pengelolaan hutan desa.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai identifikasi potensi sumber daya hutan, pencatatan temuan di lapangan, penggunaan perangkat navigasi sederhana, serta metode pelaporan yang sistematis. Selain materi di dalam kelas, peserta juga melakukan praktik langsung di kawasan hutan untuk mengidentifikasi berbagai kondisi yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan fungsi hutan.

Menurut fasilitator kegiatan, pemantauan hutan berbasis masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kawasan hutan tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Dengan data yang dikumpulkan secara berkala, masyarakat dapat mengetahui perubahan yang terjadi di wilayah kelolanya dan mengambil langkah pencegahan apabila ditemukan indikasi kerusakan lingkungan.

Selain aspek perlindungan kawasan, pelatihan ini juga menjadi wadah pembelajaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang lestari. Masyarakat diajak memahami bahwa keberhasilan perhutanan sosial tidak hanya diukur dari akses legal terhadap kawasan hutan, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian lingkungan.

Program Himba Bestari sendiri berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat desa dalam pengelolaan hutan, pengembangan kelembagaan lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Pendekatan ini sejalan dengan upaya mendorong pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang adil, lestari, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga hutan desa. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pihak pendukung menjadi kunci penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Artikel Terkait